Recent Posts

Jumat, 03 Juni 2011

Alun Alun KWB 2011


Perayaan peresmian alun-alun Kota Batu pada 2 Mei 2011, berlangsung meriah. Sejumlah pentas hiburan dipertontonkan, guna memeriahkan pesta peresmian taman rekreasi keluarga senilai 12 milyar lebih itu. Salah satu pertunjukkan yang kini tengah dipersiapkan secara matang, adalah pentas tari “Selamat Datang, Aku Anak Indonesia”.
Perayaan peresmian alun-alun Kota Batu yang akan digelar selama 7 hari 7 malam.
Satu diantara pertunjukkan yang disajikan secara spektakuler dalam peresmian ini adalah tari “Selamat Datang, Aku Anak Indonesia”.

Tarian dengan fragmen tentang metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu ini, ditangani langsung oleh maestro tari-tarian asli Kota Batu, Sujoko, SE, selaku koreografernya.
Tarian ini melibat sebanyak 64 penari. Uniknya, para penari tersebut merupakan perpaduan dari sejumlah elemen masyarakat. Ada yang merupakan murid SD, SMP juga mahasiswa. Ada pula yang seorang guru, pengawas sekolah, seniman reog hingga penjual bakso dan kuli batu. Semuanya memiliki peran yang berbeda-beda dalam sajian tarian yang memadukan unsur tarian lokal Jawa, namun lebih kental dengan nuansa tarian Bali ini. Pulau Bali yang menjadi kiblat pariwisata tanah air, diharapkan bisa menular ke Kota Batu yang juga diproyeksikan sebagai sentra pariwisata di Jatim.
Dikatakan oleh Sujoko, tarian dengan fragmen metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu ini, menggambarkan tentang siklus hidup kupu-kupu. Dari mulai telur menetas jadi ulat, lalu jadi kepompong dan akhirnya berubah jadi kupu-kupu yang indah dan bebas terbang ke mana saja. Fragmen ini mengandung pesan bahwa seorang pemimpin yang digambarkan sebagai kupu-kupu itu, mempunyai tugas yang tak sedikit. Diantaranya ngemong atau membimbing staf juga rakyatnya, yang disini digambarkan sebagai ulat. Jika tak diurus dengan baik, maka ulat akan membabi buta dan bertindak semaunya. Maka tugas kupu-kupu adalah membimbingnya agar kelak si ulat juga bisa menjadi kupu-kupu yang indah seperti dirinya. Tapi agar tak terlalu membebani sang kupu-kupu, ulat juga harus mandiri. Untuk itu dibutuhkan sikap yang bijak dalam hal ini, agar baik untuk semua.
Tarian ini sendiri sudah dipersiapkan sejak dua bulan lalu. Awalnya masing-masing penari berlatih sendiri-sendiri, dan baru tiga kali pertemuan ini hasil latihan tersebut dipadukan dalam latihan bersama. Ini sekaligus untuk menyamakan gerak tari yang telah dipelajari dengan musik yang sudah dipersiapkan.

0 komentar:

Posting Komentar

Submit Your Link